Lipstick Under My Burkha: Kisah Sisi Gelap Menjadi Perempuan


 Salah satu film paling mind-blowing yang pernah kutonton tahun ini adalah Lipstick Under My Burkha. Bagaimana tidak, cerita yang ditampilkan dalam film ini berisi tentang sisi gelap perempuan yang mungkin selama ini sering diabaikan, padahal merupakan sesuatu yang banyak terjadi.

Sinopsis Film

Inti cerita film ini adalah tentang empat orang perempuan dengan latar belakang yang berbeda berada di lingkungan yang sama, serta memiliki sisi gelap mereka masing-masing. Pertama, seorang janda berusia 55 tahun bernama Usha Parmar (Ratna Pathak) yang sangat dihormati di lingkungan tempat tinggalnya, dan dia menarasikan buku yang dia baca di sepanjang film ini. Kedua, Shireen Aslam (Konkona Sen Sharma) seorang istri beranak tiga yang diam-diam bekerja sebagai sales. Ketiga, Leela (Aahana Kumra) seorang perempuan yang ingin berkeliling dunia bersama pacarnya, Arshad (Vikrant Massey) tetapi ia dijodohkan dengan pria lain. Keempat, Rehana Abidi (Plabita Borthakur) seorang mahasiswi yang dibesarkan dari keluarga Muslim yang strict, dia bercita-cita ingin seperti penyanyi terkenal, Miley Cyrus. 

Jika teman-teman ingin penjelasan lebih lanjut tentang informasi filmnya, silakan kunjungi Wikipedia.


Pendapatku Terhadap Film Lipstick Under My Burkha 

Aku lihat di IMdB film ini mendapatkan rating 6,8/10 dari 7000 lebih pemberi vote. Menurutku suatu film yang mendapatkan lebih dari 6,0 itu sudah cukup bagus dan mengesankan, berarti ada beberapa hal yang menggugah atau menarik bagi penontonnya. Berikut beberapa hal yang menjadi perhatianku dari film ini.
  1. Mari kita lihat bagian poster resmi film ini. Ada bayangan pasangan yang menunjukkan sampul buku yang dibaca Usha dan buku itu bergenre dewasa 21+. Nah, sepanjang film Usha ini akan menjadi narator yang membacakan beberapa bagian kisah Rosy (main character) dari buku itu yang dikaitkan dengan kisah dirinya. Kedua, yang menjadi perhatianku dari poster film ini adalah jari tengah dengan lipstik terbuka, mungkinkah itu menunjukkan simbol para perempuan ini yang ingin mendobrak hal-hal tabu yang mengekang mereka? Menurut teman-teman gimana? Unik sih film ini karena menunjukkan kisah dari empat perempuan dengan generasi yang berbeda.
  2. Untuk kisah Usha aku jujur rada gimana gitu, haha, karena dalam film ini dia menjalin hubungan lewat telpon dengan pelatih renangnya yang-padahal-si-pria-tidak-tahu-bahwa-yang-dia-telpon-tiap-hari-adalah-perempuan-tua, dan dalam percakapan mereka menjurus ke hal-hal berbau 18+. Intinya Usha ini kesepian dan mengalami rasa jatuh cinta lagi plus dia ingin menyalurkan hasrat terpendamnya. 
  3. Selanjutnya mari kita membahas tentang Shireen Aslam. Duh setelah melihat kisah dia, aku jadi berpikir mungkinkah sebagian besar perempuan di India mengalami hal yang sama? Begini... Suami Shireen ini pertama sering melakukan KDRT dan mudah marah, bahkan ketiga anaknya sering menjadi korban. Kedua, suaminya sering memaksakan kehendak birahinya tak peduli jika istrinya sedang sakit, kecapean atau tidak. Ketiga, suaminya selingkuh. Keempat, suaminya melarang Shireen bekerja dan tidak pernah mendengarkan apa yang menjadi keinginan istrinya. Intinya suami Shireen ini adalah tipe pria patriarki yang kejam, tidak tahu diri, egois, dan kurang ilmu. Makanya, sebagai perempuan harus hati-hati dalam memilih pasangan hidup. Lebih baik lambat menikah daripada hidup dengan orang yang salah. 
  4. Aku greget dengan sikap Shireen yang tidak mau melakukan sesuatu untuk dirinya agar terlepas dari suaminya yang manipulatif itu. Namun, setelah dipikirkan, memang menjadi seorang ibu tiga anak yang masih kecil-kecil, mungkin yang dia pikirkan adalah anaknya, bukan kebahagiaan dirinya. Tetapi, kita harus ingat bahwa anak-anak yang bahagia besar dan tumbuh dari ibu yang bahagia juga. Jadi, akhirilah hubungan toxic yang tidak berguna.
  5. Mari kita beralih ke kisah Leela. Dia ini tipe perempuan independen yang bebas, berani, dan pantang menyerah untuk mimpinya. Namun, aku cukup tergelitik juga saat adegan dia melakukan 'sesuatu' dengan pacarnya di hari tunangan dia dengan pria lain dan ketahuan oleh ibunya. Sumpah itu antara malu, lucu, dan menyedihkan at the same time. Tapi di balik itu semua ada plot twist alasan ibunya menjodohkan Leela dengan pria yang cukup terhormat, yaitu agar tidak menjadi seperti ibunya. Ini cukup menyedihkan jadi aku gak mau spill di sini. Silakan teman-teman nonton aja kalau penasaran.
  6. Ambisi Leela untuk dapat pergi bersama pacarnya keliling dunia dan membuka bisnis wedding photography memang cukup inspiratif, tapi sikap pacarnya menurutku terlalu kekanak-kanakkan. Menurutku, andai Leela ini berpikir lebih jernih lebih baik dia nikmati hidup sendiri dengan mimpi-mimpinya daripada berada dalam hubungan yang toxic, meskipun mereka berdua memang saling mencintai. Cinta itu memang buta.
  7. Nah, sekarang kita bahas kisah Rehana Abidi, mahasiswi baru yang kelakuannya bikin geleng-geleng kepala. Dia lahir dan dibesarkan dalam keluarga muslim yang taat dan strict. Ayahnya punya bisnis menjahit pakaian-pakaian musim. Oke, aku memang kurang mendukung pola asuh dan pola didik orangtua yang begitu mengekang anaknya sehingga tidak peka dan mendengarkan apa yang menjadi keinginan anaknya. Tetapi sudah menjadi tugas dan tanggung jawab orangtua untuk mendidik dan membentuk karakter baik dalam diri anaknya. Memang aku sering mendengar bahwa kebanyakan keluarga muslim di India sangat 'keras' terhadap perempuan. Seakan-akan perempuan ini memiliki derajat yang lebih rendah daripada laki-laki dan itulah yang ingin dikritisi sebagian besar perempuan di India (begitupun di Indonesia). 
  8. Rehana ini berkali-kali melakukan tindakan pencurian berupa pakaian, sepatu, dan beberapa hal lainnya hanya karena ingin membaur dengan teman-temannya di kampus dan ingin mirip dengan idolanya. Menurutku ini sangat salah. Tindakan mencuri tidak bisa dibenarkan apalagi untuk hal-hal yang sangat tidak urgensi. Dia juga selalu melepas burkha-nya ketika sudah sampai di kampus. Dan dia mulai berpacaran dengan laki-laki jenis bad boys. 
  9. Orangtuanya Rehana tentu kecewa setelah mengetahui perbuatan anaknya. Tapi jika dilihat dari berbagai sudut pandang, mungkinkah Rehana ini berprilaku buruk sebagai rasa ketidaksukaannya terhadap pola didik orangtuanya? Tapi aku tidak ingin menormalisasi perbuatan buruk seseorang apalagi jika dia sudah memiliki kemampuan untuk berpikir dalam menentukan jalan hidup dan mengambil keputusan.
  10. Akhir film menunjukkan beberapa scene 'kesialan' yang menimpa keempat tokoh ini, yang paling memprihatinkan adalah ketika Usha diusir dari rumahnya setelah ketahuan melakukan hubungan via telepon dengan pria muda plus ditemukan buku-buku 'dewasa' itu. Aku di sini kurang setuju dengan tindakan sepihak keluarganya yang katanya merasa malu atas perbuatan Usha. Padahal ada cara lain yang lebih manusiawi daripada mempermalukan Usha seperti itu. Bukankah bisa dibicarakan secara baik-baik terlebih dahulu? 
  11. Intinya film ini ingin mendobrak batas-batas yang selama ini mengekang perempuan. Memang dilihat dari judulnya pun cukup sensitif dan terkesan satire. Sebenarnya masih banyak hal yang dapat menjadi bahan diskusi dari film ini, tapi nanti akan terlalu panjang. :D Hati-hati menonton film ini karena berpotensi mengubah pandangan kita terhadap sesuatu. :)

Kesimpulan 

Aku cukup terpukau dengan film yang bergenre satire gelap ini. Apalagi mengangkat kisah dan sisi gelap perempuan serta keadaan society yang seakan menutup mata pada sesuatu yang taboo. Tapi aku kurang suka dengan ending film ini karena anti-klimaksnya terlalu datar, gimana yaa susah untuk kujelaskan. Haha. Untukku film ini layak mendapatkan rating 8,0/10. Bagi teman-teman yang sudah menonton, bagaimana ulasan teman-teman terhadap film ini? Silakan boleh banget share di kolom komentar.
Jika teman-teman penasaran dengan filmnya silakan cusss langsung nonton filmnya. Sekian. Mohon maaf bila ada perkataan yang kurang berkenan.

See you next time. Stay healthy and happy.


Ransel Cute and Unique


Komentar

Postingan Populer