Rekomendasi #6 | Asia vs. Barat: Benarkah Orang Barat Lebih Kreatif Daripada Orang Asia?


Finally, buku yang sudah kubaca dari akhir 2019, bisa kuselesaikan minggu kemarin. Haha. Alasannya, karena memang cara yang kulakukan dalam membaca sebuah buku. Setiap hari aku membaca buku yang berbeda-beda, artinya satu buku tidak bisa kuselesaikan dengan cepat karena dalam satu minggu misalnya, aku membaca lebih dari satu buku. So, setiap orang punya caranya masing-masing, kan? Kalau kamu gimana?

Jadi, hari ini aku ingin berbagi salah satu rekomendasi buku yang cukup menarik dan menambah wawasan kita tentunya. Buku itu berjudul Asia vs. Barat: Benarkah Orang Barat Lebih Kreatif Daripada Orang Asia? 

Well. well, well. Ke-triggered gak sama judulnya? Haha. Aku sebagai orang Asia langsung saja kuembat ni buku.

Oke, check it out!

Identitas Buku



Judul                        : Asia vs. Barat: Benarkah Orang Barat Lebih Kreatif Daripada Orang Asia?
Penulis                     : Ng Aik Kwang
Penerjemah              : Widati Utami
Penerbit                   : Kaifa PT Mizan Pustaka
Tahun Terbit            : 2016 (Copyright 2001 by Pearson Education Asia Pte Ltd.)
Harga                       : 45.000,- 
 

Ulasan

Jika kemarin aku berbagi rekomendasi buku Cak Nun yang berjudul Pemimpin yang "Tuhan" nah kali ini aku akan merekomendasikan salah satu buku yang sudah cukup lama diterbitkan tapi tetap relevan untuk dibaca. Apalagi di zaman yang serba terbuka seperti saat ini, pengetahuan mengenai berbagai hal, tidak terbatas ruang dan waktu.

Buku berjudul Asia vs. Barat ini memang sekilas nampak "menggelikan", mengapa bukan Asia vs. Eropa, Asia vs. Amerika, atau sebagainya, ini malah Asia vs. Barat, dan negara mana sajakah yang dimaksud Asia dan Barat ini?

Sebagai orang Asia, aku tertarik karena judul kecil buku ini, benarkah orang Barat lebih kreatif daripada orang Asia? judulnya seperti meragukan dan mempertanyakan kebenaran terkait anggapan sebagian besar orang Asia (khususnya) yang lebih membanggakan orang Barat dibanding orang Asia. Tak perlu jauh-jauh, tak jarang kita dengar di Indonesia saja, warganya banyak yang memuji kehebatan orang Barat dibanding orang di negerinya sendiri, entah itu dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan lain sebagainya.
Well, kita tidak bisa menutup mata, buku ini menjelaskan dari sudut psikologi dan sosial, serta dibantu riset di bidang lainnya, alasan dibalik munculnya anggapan seperti itu.

Penulis yang latar belakang pendidikannya di bidang Psikologi dan merupakan orang Asia juga, melalui buku ini tidak menjadikannya subjektif dalam memandang orang Asia dan Barat, atau bahkan melebih-lebihkan salah satunya. Penulis dapat memberikan penjelasan yang detail dan jelas tentang karakteristik orang-orang Asia dan Barat, berdasarkan jejak sejarah dan berbagai penelitian pendukung yang ada. 

Buku ini memuat sembilan bab, dimulai dengan bab tentang Dunia Paradoks para Penemu, di mana bab itu menjelaskan ilmu-ilmu dasar mengenai kreativitas yang dilihat dari sisi Psikologi dan disiplin lainnya. Di bab kedua berjudul Karakter Masyarakat Asia dan Barat, yang mulai menjelaskan mengenai karakteristik masyarakat Asia dan Barat, yang mana masing-masing masyarakat ini memiliki ciri khas-nya masing-masing yang terbentuk dari berbagai faktor, baik lingkungan, peristiwa sejarah, kebiasaan dalam keluarga, dan lainnya.

Yang kusukai dari buku ini, selain karena sarat akan pengetahuan dan wawasan yang disampaikan penulis, juga aku suka dengan gagasan penulis yang disertai rujukan dan referensi bahkan penulis menyisipkan beberapa artikel yang berkaitan untuk mendukung pernyataannya. Tidak lupa dengan mencantumkan pengetahuan-pengetahuan lainnya yang relevan. Tidak berlebihan, namun memang buku ini cukup memberikan pemahaman yang jelas dan terstruktur. Meskipun hanya beberapa negara saja yang dijadikan sampel.

Penulis memberikan klarifikasi bahwa apa yang ia tulis bukan serta merta membuat masyarakat Asia lebih rendah daripada masyarakat Barat, bahkan penulis menekankan orang Timur dan Barat harus berhenti saling mengkritik tentang kebudayaan masing-masing (Kwang, 2016: 321). 

Di bagian akhir, penulis tak lupa membuat kesimpulan dari keseluruhan isi buku, serta menambahkan satu artikel mengenai Sepuluh Panduan Komprehensif untuk Menjadi Orang Asia yang Kreatif yang tentu saja berguna untuk kita pertimbangkan dan pelajari.
Pembaca dapat menambah wawasannya dengan melihat literatur lain yang dilampirkan penulis di bagian daftar pustaka (serius referensinya sangaaat banyaaaak).
Sedikit kekurangannya yaitu ada beberapa kalimat yang rancu karena memang ini buku terjemahan, yang terkadang maksud penulis tidak tersampaikan dan tidak sesuai dengan kalimat yang sudah diterjemahkan, but overall buku ini sangat recommended.

Seperti biasa, sebagai penutup, aku ingin mengutip salah satu bagian dari buku ini:
"... keluarga juga seharusnya berfungsi sebagai taman bermain kehidupan, tempat anak bisa tumbuh menjadi sosok orang dewasa yang percaya diri, matang, dan bertanggung jawab yang bisa menjaga sosok anak-anak dalam dirinya bisa mmebuatnya ulet menghadapi kesulitan. (Kwang, 2016: 284)."

Jadi, buku ini cocok untuk semua kalangan, khususnya kawula muda dan para orangtua agar bisa lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Sejatinya, hidup ini untuk belajar agar bisa belajar untuk hidup.





Referensi:
Kwang, Ng Aik. 2016. Asia vs. Barat: Benarkah Orang Barat Lebih Kreatif Daripada Orang Asia?. Terjemahan oleh Widati Utami. Bandung: Kaifa.

Komentar

Postingan Populer