Novel: Tahajud Cinta di Kota New York | Rekomendasi #8
![]() |
| jooinn.com/book |
Ada banyak jenis orang dalam membaca buku. Ada yang menyukai buku apapun, ada yang hanya membaca buku nonfiksi, dan ada pula yang hanya menyukai novel. Aku pribadi termasuk kategori pertama, aku suka buku apapun, selama aku tertarik dengan judulnya. Hehe. Meskipun tak jarang berakhir kecewa karena hanya tertarik dengan cover atau judulnya saja, tanpa membaca ulasan atau sinopsisnya terlebih dahulu.
Nah, untuk novel sendiri, aku lebih suka dengan kisah yang cerita utamanya bukan tentang percintaan anak sekolah kayak SMA, SMP, atau SD (big no!). Alasannya, karena aku suka merasa cringe aja dengan novel begituan.
Oke, sebagai penikmat buku novel, aku mau rekomendasikan salah satu novel yang cukup keren karena judulnya yang tak biasa, Tahajud Cinta di Kota New York. Check it out!
Identitas Buku
![]() |
| Dok. Pribadi |
Judul : Tahajud Cinta di Kota New York
Penulis : Arumi E.
Penerbit : Zettu
Tahun Terbit : 2016, Cet. 12
Jumlah Hlm. : 420 hlm.
Harga : 63.000,-
Ulasan
So, pertama membeli buku ini karena tertarik sama cover (ada foto Empire State Building-salah satu tempat impian yang ingin kukunjungi, hoho) dan judulnya. Ya! Aku adalah tipe manusia yang matanya lapar saat melihat cover atau judul buku yang menurutku menarik. Novel ini berhasil membuatku langsung buy it tanpa berpikir, dan alhamdulillah isinya cukup memuaskan.
Novel ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama Dara Paramitha yang sedang berkuliah di Columbia University, Amerika Serikat, dengan kehidupan bebasnya di Kota New York. Jauh dari keluarganya dan bergaul dengan berbagai macam orang, membuat Dara terbuka akan banyak hal. Perjalanan hidupnya yang penuh dengan drama, membuat pembaca bisa mengambil banyak pembelajaran. Ada banyak pesan yang ingin disampaikan penulis melalui tokoh-tokohnya di novel ini. Di antaranya,
Aisyah Liu, seorang muslimah dari China yang bertemu secara tidak sengaja dengan Dara, yang justru akan menginspirasinya.
Brian, teman Dara, yang tidak menyukai penampilan Aisyah Liu yang berkerudung.
Keira, sahabat Dara, yang terbawa arus pergaulan yang bebas.
Richard Wenner, seorang mualaf, seorang mahasiswa pasca sarjana jurusan Arsitektur, pandai, dan tampan, yang membuat Dara tertarik mengikuti pengajian di Islamic Cultural Center of New York.
Brad Smith, seorang mahasiswa jurusan musik, liberal, bad boy, yang merupakan anak seorang pebisnis sukses Wall Street.
Dan masih banyak tokoh pendukung lainnya yang sangat beragam.
Aku suka novel ini, karena alur ceritanya manusiawi, maksudku, penulis menyampaikan cerita dengan logis dan menampilkan tokoh-tokohnya dengan sifat yang kompleks. Tidak ada tokoh yang tampak semuanya baik (seperti malaikat) maupun sebaliknya (jahat menyamai iblis).
Novel seperti inilah yang kusukai, yang lebih relate dengan real life (kehidupan nyata). Bahkan aku menghabiskan novel ini hanya dalam waktu tiga hari. Bagiku sih ini bener-bener rekor, karena aku belum pernah membaca novel yang cukup tebal dalam waktu yang singkat. Dalam setiap karya pasti ada kekurangannya, tapi karena secara keseluruhan novel ini rapi, nyaman dibaca, jadi kekurangannya bisa tertutupi, dan mungkin tidak disadari kebanyakan pembaca.
Jadi, kesimpulannya, untuk kamu, tipe pembaca seperti aku, yang tidak suka percintaan cringe a la anak SMA; ingin mendapatkan banyak pembelajaran hidup; ada pengetahuan baru yang didapat; dan tetap menghibur, novel ini adalah salah satu pilihannya. Kulihat di Goodreads banyak ulasan yang cukup bagus, bahkan telah dicetak lebih dari sepuluh kali. Prestasi yang cukup bagus untuk sebuah novel. Meskipun penilaian bagus tidaknya, menarik tidaknya, keren tidaknya, sebuah buku, itu lebih subjektif, tergantung pada preferensi masing-masing orang. Jika di-rate dari 1 sampai 10, kuberikan nilai 9 untuk novel ini. :)
Hope you enjoy!
Hidup untuk belajar dan belajar untuk hidup.




Komentar
Posting Komentar
Be Nice Be Respectful