Buku #NasihatDiri: untuk Para Pekerja | Rekomendasi #7
![]() |
| pixabay.com/book |
Pernah gak suatu saat kamu merasa berada di titik terendah hidupmu? Kamu merasa menjadi orang paling gagal di dunia, merasa semuanya tak adil, merasa orang-orang di sekitar begitu jahat padamu, dan perasaan-perasaan lainnya yang begitu menekan atau mungkin terlalu didramatisasi?
Well, yeah, as human being, kita semua pasti pernah, kan?
Qudarullah, 2020 ini begitu banyak peristiwa-peristiwa tak terduga yang menguji "kewarasan" kita sebagai manusia. Tak perlu kusebutkan, setiap orang memiliki versinya masing-masing.
Aku, kamu, dia, mereka, dan siapapun manusia di muka bumi ini pasti pernah merasakan yang namanya ngeluh dan kurang bersyukur, kan? Jika jawabannya iya, so kamu berada di artikel yang tepat, aku ingin berbagi tentang satu buku yang kurekomendasikan sebagai nasihat untuk diri sendiri sebagai bahan renungan dan re-charge "kewarasan" kita. Check it out!
Identitas Buku
![]() |
| Dok. Pribadi |
Judul : #NasihatDiri: untuk Para Pekerja
Penulis : Teddi Prasetya Yuliawan
Penerbit : Tiga Serangkai, Solo
Tahun Terbit : September, 2015
Jumlah Hlm : xvii+279 hlm.
Harga : 60.000,- (soft cover)
Ulasan
Oke, pertama-tama, aku belum menjadi seorang pekerja dalam artian mendapatkan gaji dan sebagainya, tapi meskipun begitu, membaca buku ini benar-benar memberikanku pemahaman bahwa menjadi pekerja itu tidak semudah yang dibayangkan.
Ada begitu banyak rintangan yang dihadapi bahkan sebelum mendapatkan perkerjaan itu sendiri. Nah, walaupun aku masih menjadi seorang mahasiswa, tapi dari buku ini aku mendapatkan banyak sekali pembelajaran hidup yang bisa kujadikan renungan, nasihat di masa hadapan, dan bekal untuk kehidupan.
Nah, untuk daftar isinya sendiri ada 100 tulisan yang dijadikan judul kecil, contohnya #1 Memilih Makna; #11 Ujian dan Kedalaman Pembelajaran; #17 Waspadalah pada Kedengkian; #23 Jadilah Ahli Mengatasi Kebosanan; dan masih banyak lagi tulisannya yang begitu menggunggah, sesuai dengan judulnya sebagai nasihat diri.
Setiap bagian dari buku ini bisa dibaca secara acak, jadi kita bisa langsung membaca judul mana saja yang menurut kita menarik.
Tahun-tahun sebelumnya, saat di mana berat sekali menjalani aktivitas rutin di kampus, dengan tugas-tugas bejibun dan urusan ini itu yang sangat menguras air mata. Haha. Kucoba cari buku apa yang bisa me-recharge energi agar terus semangat, nah ketemulah buku ini di barisan buku-buku yang sudah kubeli tapi belum kubaca (ups!).
Setelah selesai membacanya, aku tak ragu membacanya berkali-kali sebagai pengingat, namanya juga semangat kadang naik kadang turun, kadang bener-bener semangat kadang bener-bener hilang harapan. Buku ini bagiku sangat membantu sekali dan worth it dengan harga yang terjangkau.
Paket buku #NasihatDiri ini bisa dengan mudah kamu temukan di online shop ataupun toko buku. Dalam satu paketnya terdapat empat buku, di antaranya #NasihatDiri: Menyelami Hidup Dari Makna Ke Makna; #NasihatDiri: untuk Insan Produktif; #NasihatDiri: untuk Para Pekerja; dan #NasihatDiri: untuk Para Pembelajar.
Aku yakin sih, tiap judulnya pasti memberikan banyak pembelajaran hidup yang bermanfaat dan berguna.
Ya memang sih motivasi itu tidak bisa dipaksakan, (katanya) datang dari diri sendiri, tapi dengan membaca buku juga merupakan usaha untuk meng-upgrade diri agar lebih baik dari diri yang sebelumnya.
Seperti biasa, sebagai penutup, aku ingin mengutip bagian dari buku yang kusukai ini,
"Aku terdiam. Merenungi kembali nasihatnya dulu. Bahwa guru datang kala sang murid siap. Sebab guru sejati, diamnya pun mengajari. Murid yang siap akan belajar meski gurunya tak tampak sedang mengajar." (#96 Guru Hanyalah Jalan Ilmu. Yuliawan, 2015: 260)
Satu lagi, ya.
"Pada yang pertama kita mesti menengok ke dalam diri, adakah diri ini telah layak menerima nikmat yang sedang diminta? Bagaimana mungkin hendak memiliki mobil jika mengemudi saja belum mampu? Bagaimana hendak memimpin orang lain jika memimpin diri saja masih terbata-bata?" (#97 Menikmati Keadilan-Nya. Yuliawan, 2015: 264)
Jadi, kesimpulannya, jika saat ini kamu sedang membutuhkan pengingat, selain terus berdoa dan memperbaiki ibadah, serta memperbaiki diri, juga dibarengi dengan memberikan jiwa dan otakmu "makanan" yang halalan tayyiban, salah satunya membaca buku, dan buku ini recommended. Oh, ya, untuk kritiknya, menurutku buku ini secara keseluruhan bagus, hanya saja penggunaan spasi dan desain tata letak tulisannya yang menurutku terlalu banyak jarak, sehingga tersisa cukup banyak ruang kosong.
Dari 1 sampai 10, penilaianku untuk buku ini adalah 9. Yeayyy!!!
Hope you enjoy.
Hidup untuk belajar dan belajar untuk hidup.
Referensi:
Yuliawan, Teddi Prasetya. 2015. #NasihatDiri: untuk Para Pekerja. Solo: Tiga Serangkai.




Komentar
Posting Komentar
Be Nice Be Respectful