10 Hal Yang Semakin Tak Menarik Seiring Bertambahnya Usia

https://lindseyellison.com/whats-difference-self-love-self-confidence/
Ilustrasi Self-love
Aku yakin, sebagian besar orang memiliki proses pendewasaannya masing-masing dan itu tak bisa disamaratakan. Aku yang saat ini berumur 21 tahun lebih, sebagai bahan evaluasi, ingin rasanya kubagikan mengenai hal apa saja yang semakin kusadari bahwa hal itu sudah tak menarik lagi seiring bertambahnya usiaku dan berkurangnya jatah hidupku di dunia, tentu dengan berbagai faktor yang berpengaruh, berikut adalah daftarnya:

Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Untuk hal ini memang aku pribadi masih belum bisa sepenuhnya terlepas dari pikiran dan pertanyaan seperti "mengapa orang lain bisa seperti itu, sedangkan aku tidak" dan pikiran-pikiran lainnya yang semakin membuatku tak bersemangat dan tidak bersyukur. Akhirnya aku temukan penyebab dari munculnya pikiran tentang membanding-bandingkan sesuatu, yaitu karena aku tidak fokus pada diriku sendiri. Aku tidak fokus pada tujuan atau bahkan tujuanku masih kurang jelas. Oleh karena itu, sedikit demi sedikit kuubah pola pikir dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk meng-upgrade diri menjadi lebih baik, seperti membaca banyak artikel, buku, berita, diskusi dengan orang-orang yang kuanggap tepat.

Selalu Update Status di Sosial Media

Berkunjung ke rumah saudara, foto, update. Jalan-jalan, beli sesuatu, foto, update. Galau, kesal, update. Ada kabar gembira, ceritakan, update. Sedang berkumpul, foto, update. I mean, dulu aku pernah seperti itu meskipun aku hanya memilih aktivitas tertentu saja. Dulu aku sering mengungkapkan kekesalan terhadap sesuatu lewat fitur status atau story, tapi sekarang aku berpikir, sebenarnya untuk apa kulakukan semua itu? Apakah itu bisa menjadi solusi? Apakah perbuatanku itu tidak akan berdampak buruk padaku atau orang lain? Dan kemungkinan-kemungkinan lainnya. Bahkan tak jarang aku justru malah menyesal setelah membagikan sesuatu khususnya yang berkaitan dengan kehidupan pribadiku di sosial media. Parahnya, aku pernah menghabiskan satu jam lamanya hanya untuk memilih foto mana yang harus di-upload dan caption apa yang bagus. Sungguh membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak berfaedah sama sekali. Fatalnya lagi, malah menjadi terlihat norak dan kekanak-kanakkan. 

Mengidolakan Selebriti

Aku, sebagai penyuka film, pernah mengidolakan beberapa aktor yang membuatku sibuk memantau berita tentang mereka sampai menyimpan foto-foto mereka yang jumlahnya sampai ribuan, tapi aku belum sampai di tahap mengoleksi barang yang berkaitan dengan idolaku itu. Haha. Okey, then, akibat sering membaca artikel dan berbagai pandangan dari berbagai orang, aku sadar bahwa apa yang kulakukan (bagiku) tidak berguna sama sekali, malah banyak sisi negatifnya. So, kalau nonton ya nonton saja, ambil pembelajarannya, kalau suka sama aktornya, ya suka saja karena aktingnya atau attitude-nya. Cukup, selesai, tidak lebih dari itu. 

Foto Selfie

Karena aku menyadari bahwa wajahku tidak terlalu cantik dan tidak memenuhi standar kecantikan orang-orang. Jadi, aku sedikit malas untuk berfoto selfie ria, saat menjumpai tempat bagus, lebih suka kufoto langsung saja pemandangannya dibanding harus menyertakan wajahku dalam foto itu. Tentu aku juga punya foto selfie, hanya sebagai koleksi pribadi saja. Apalagi aku cukup malu jika harus ber-selfie di tempat yang ramai. Hahaa.

Membicarakan Sesuatu yang Tidak Penting

Kita pasti punya teman yang setiap kali bertemu hanya membicarakan hal-hal tak penting, seperti gosip, membicarakan kejelekan orang lain, curhat tentang pacar, dan segudang cerita yang tidak penting. Aku tidak menganggap bahwa urusan orang lain tidak penting, aku hanya menganggap bahwa mengurusi kehidupan orang lain dan membicarakannya adalah tidak penting. Terkecuali jika dari hasil pembicaraan itu membuatmu menjadi lebih baik, dan kebanyakan justru malah membuatmu terlihat tidak menarik. Get away from toxic people like that. 

Keliling Mall, Nongkrong, dll

Sebagai mahasiswa, pasti ada saat-saat yang mengharuskanku pergi ke mall entah itu beli buku atau pun barang lainnya. Nah, suatu waktu aku pernah diajak untuk main ke mall sekadar jalan-jalan dan akhirnya malah membeli sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan, beli makanan yang mahal (padahal ada makanan di kost-an), dan kegiatan lainnya yang malah membuatku boros. Aku mengambil pelajaran, bahwa untuk bepergian, wajib hukumnya untuk menentukan tujuanku pergi dan sesuatu apa saja yang perlu kubeli itu pun harus dipikirkan matang-matang.

Berdebat

Pernah melihat akun-akun di sosial media yang saling melemparkan ujaran kebencian, argumen-argumen, dan sejenisnya? Atau bahkan pernah menjadi salah satu yang terlibat? Nah, aku pribadi pernah beberapa kali tak bisa menahan diri untuk berdebat dengan orang lain di sosial media, sampai akhirnya kutemukan buku berjudul "Filosofi Teras" dan beberapa artikel sejenis yang membahas bahwa berdebat di sosial media itu tidak ada gunanya selain malah menyulut emosi, apalagi jejak digital itu kejam, ada banyak kemungkinan buruk yang bisa terjadi. So, sekalipun kamu ingin berdebat, usahakan berdebat di forum yang mewadahimu untuk berdebat, setidaknya berdebat saja secara langsung, tapi lebih baik berdiskusilah daripada berdebat.

Nonton

Seperti yang kujelaskan sebelumnya, aku suka nonton film. Rata-rata durasi per film dua sampai tiga jam. Itu waktu yang lumayan banyak bisa kugunakan untuk membaca buku, mempelajari skill baru, membantu orangtua, olahraga, dan sebagainya. Jadi, semakin bertambah usia, aku semakin selektif film apa saja yang harus kutonton, genre-nya pun harus kuperhatikan. Aku harus benar-benar yakin bahwa film yang akan kutonton bisa kuambil pembelajarannya. Termasuk nonton kehidupan orang lain, daripada scroll status di WA melihat berbagai macam kehidupan orang lain 

Beli Barang yang Hanya "Ingin"

Saat aku jalan-jalan di pinggiran toko, mata ini selalu disuguhkan dengan berbagai macam barang yang begitu menggoda, entah itu barang yang kuanggap lucu, keren, bagus, atau pun berguna. Nah, saat pikiranku terdorong untuk membeli sesuatu, langsung saja kutanyakan pada diriku sendiri, apakah aku butuh barang itu? Apakah aku sudah punya barang itu? Dan  pertanyaan-pertanyaan lainnya sehingga aku tidak membelanjakan uang untuk barang yang sebenarnya hanya ingin, bukan karena butuh.

Ikut-ikutan 

Entah itu ikut-ikutan trend fashion, topik yang hangat di sosial media, politik, dan lain sebagainya. Aku sudah tak tertarik lagi menjadi pengikut siapapun di sosial media dan kehidupan nyata, aku hanya akan mengikuti sesuatu yang kupikir bermanfaat saja, tidak berdasarkan banyaknya pengikut, keren tampilannya, atau sekadar ramai diperbincangkan. Aku berhenti repost hal-hal viral dan sebagainya, cukup tahu, dan sudah, tak ingin terlibat terlalu jauh. Aku berprinsip orang lain tidak perlu tahu apa yang telah kulakukan, sedang kulakukan, ataupun akan kulakukan. 


Terlepas dari semua yang telah kujelaskan di atas, tak ada sedikitpun maksud untuk menghujat atau merendahkan siapapun yang tidak sependapat denganku. Intinya, kedewasaan tidak dijamin oleh umur, rapi setidaknya seiring bertambahnya usia, bertambah pula pengalaman dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan yang dipengaruhi banyak faktor.
Kalau untuk teman-teman, hal apa saja yang semakin tampak tak menarik seiring bertambahnya usiamu? Bagikan di kolom komentar, ya, atau boleh juga diskusi melalui email yang tertera. 
Sebagai penutup, ada sebuah quotes "As I get older, I get more quiet and just observe".
Stay safe. Semoga dunia segera membaik, beserta manusia-manusianya. Aamiin...

Komentar

Postingan Populer