Apa yang Mengganggu Pikiranku Saat Ini (Proses Pendewasaan) | #NGOPI5

https://www.canva.com/learn/7-ways-achieve-beautiful-bokeh-effect-photos-stunning-examples/
https://www.canva.com/learn/7-ways-achieve-beautiful-bokeh-effect-photos-stunning-examples/

Akhir-akhir ini aku kesulitan untuk berpikir fokus dan konsentrasi. Banyak pikiran yang datang begitu saja disaat-saat yang kurang tepat. Kucari di internet cara untuk menjernihkan pikiran, cara agar dapat me-manajemen pikiran, dan sebagainya. Kutemukan beberapa tutorial yang cukup berkaitan, salah satunya, jika kamu sedang merasakan posisi seperti itu dan sulit untuk berkonsentrasi. Cobalah untuk menuliskan semua yang ada di pikiranmu, ungkapkan dalam tulisan, jika memang tidak ada orang yang memungkinkan untuk menampung curhatanmu. Oke, jadi aku ingin mencoba cara itu, bismillah…
Kita harus open-minded, ketika berhadapan dengan seseorang yang sedang mengalami masa down, janganlah kita anggap bahwa mereka lemah, atau bahkan melontarkan perkataan semacam halah begitu aja sedih, dan perkataan sejenisnya yang tak perlu diungkapkan, karena tiap orang memiliki level perjuangan hidupnya masing-masing. 
Tulisan ini kan kuberi judul Apa yang Mengganggu Pikiranku? Dan dari setiap pikiran yang kuungkapkan, akan aku balas oleh diriku sendiri, sebagai bentuk respon dari diriku untuk diriku.
So, jadi hal-hal yang sedang kupikirkan saat ini, adalah:
1.      Aku selalu bertanya-tanya mengapa aku tidak bisa seperti perempuan lain? Cantik, bersih, putih mulus, ideal.
Jawab: You know what, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apa sih yang membuatmu ingin seperti orang lain? Cantik mulus dan sebagainya belum tentu sempurna dalam segala aspek kehidupannya. Kamu harus lebih bersyukur dengan apa yang Allah berikan. Kita memang tidak pernah meminta kapan kita lahir, warna kulit kita, lahir dari keluarga mana, itu bukan sesuatu yang bisa kita ubah. Jadi, ya segala yang Allah ciptakan pasti ada kebaikan dan hikmah di baliknya. Mungkin kau memang tak cantik, tapi Allah titipkan kelebihan lain yang tidak dimiliki perempuan cantik, untukmu. Kamu hanya belum menyadarinya saja, teruslah gali dan bentuk passion dan potensimu. Mulai sekarang, singkirkan jauh-jauh dan ubahlah pemikiran bahwa perempuan itu harus selalu cantik, lagipula cantic itu  kata sifat yang memang sifatnya relatif, berbeda kepala pasti beda pendapat, beda pandangan, kamu tak boleh dan tak bisa menerapkan standar cantic orang lain menjadi standar cantic dirimu. Intinya, dalam arti luas, setiap perempuan adalah cantik, tergantung dari sudut mana kita menilai. Dan selalu tatap banyak sisi dari berbagai hal, jangan hanya terfokus pada satu bagian kecil saja.  Do you remember about my truth, your truth, and the truth itself. You are beautiful just the way you are. We are beautiful because we different. Cintailah dirimu, hargai dirimu, tanpa mengurangi rasa menghargai orang lain. Bersyukur, ya. Bahkan banyak perempuan di luar sana yang memiliki masalah lebih berat darimu, sehingga bagi mereka kecantikan sudah tak berarti lagi, jadi ya semua prioritas kamu yang menentukan sesuai proses perjalanan hidupmu.
2.      Aku malu, wajahku berjerawat.
Jawab: Coba aku tanya pada diriku sendiri, kenapa sih harus malu wajah berjerawat? Apakah jerawat itu suatu aib? Apakah jerawat hanya menimpa dirimu saja, dari 7,5 milyar orang di dunia ini? Apakah jerawat penyakit yang membuatmu tak bisa melakukan apa-apa? Apa jerawat membahayakan hidup dan kehidupanmu? Apakah jerawat membuatmu kesakitan sepanjang hari setiap detiknya? Tidak. Semua pikiran negatifmu hanya sebatas pikiran negatifmu saja, ia kadang belum terjadi atau memang benar-benar tidak akan terjadi. Kenapa sih, terlalu membesarkan masalah remeh temeh seperti itu? kenapa? Takut gak dapat jodoh? Takut gak diterima oleh masyarakat? Toh kamu masih bisa dengan bebas menempuh pendidikan, kamu masih bisa dengan bebas bersosialisasi dengan orang lain, bahkan belum mendapatkan pasangan tidak ditentukan hanya karena kamu berjerawat, ada banyak hal atau faktor lain di balik itu, oke itu akan dibahas nanti. Intinya, ketika kamu malu bersosialisasi dengan orang lain hanya karena berpikir kamu memiliki wajah berjerawat dan takut orang lain menghinamu, menjauhimu, tak menerimamu, berpikiran buruk tentangmu, tak menyukaimu, itu hanya ada dalam pikiranmu saja, belum tentu benar-benar terjadi dalam kenyataannya, tahu dari mana sih kamu bahwa orang lain berpikir buruk tentangmu, kalaupun iya memang ada, apakah sangat memengaruhi kelangsungan hidupmu, hah? Apakah dengan ucapan hinaan dari orang lain membuatmu tak bisa mendapatkan makanan? Apakah dengan mendengarkan komentar buruk dari orang lain membuatmu tak bisa menggapai impian-impianmu? Yaa Allah… belajarlah dari Nabi dan sahabat-sahabatnya, beliau bahkan sampai disakiti secara fisik dan verbal oleh orang-orang yang tak mau menerima ajarannya, bukan hanya satu orang tapi banyak, bukan hanya oleh orang-orang biasa tapi juga oleh orang-orang yang disegani, tapi beliau tetap teguh dalam amanahnya, karena apa, karena Nabi melakukan semuanya karena Allah, karena Nabi mencintai Allah, dan Allah pun mencintainya. Tak ada pikiran untuk disenangi oleh orang lain. nah, jadi mungkin dan memang sepertinya begitu, yang membuatmu selalu mengeluh dengan jerawatmu adalah karena kamu terlalu banyak memikirkan apa kata orang yang pada nyatanya tidak secara langsung kamu dengarkan. Kalaupun memang ada yang menghinamu, kembali lagi pikirkan apakah ucapan mereka begitu berpengaruh untuk kelangsungan hidupmu? Toh semua biaya hidupmu ditanggung oleh dirimu sendiri bukan orang lain. Satu hal lagi, apa sih manfaatnya dipuji orang lain hanya karena kecantikan? Pujian yang hanya sebatas dalam ucapan, yang hanya beberapa detik saja diucapkan dan kemudian ter(di)lupakan. Ahh, begitu sayangnya hidupmu jika hanya memikirkan pujian dan anggapan orang lain untukmu. Mulai hari ini, berhentilah untuk selalu mengharapkan pujian dan penerimaan dari orang lain, berhentilah melakukan dan menjadi sesuatu yang diinginkan orang lain. Ingat, orang yang kau temui itu buanyaaak, mungkinkah kamu akan menuruti setiap keinginan orang lain yang berbeda-beda itu. Wasting time. Wake up, look at yourself, you are amazing.
3.      Mengapa aku tak sepintar orang lain?
Jawab: Hm… Again… sepertinya kita terlalu banyak melihat orang lain sehingga lupa dengan apa yang Allah titipkan dalam hidup kita. Apa sih pintar itu? Lagi-lagi ini adalah kata sifat yang relatif. Kamu mungkin saja tidak pandai mengerjakan soalan eksakta, tapi bukan berarti kamu pun lemah dalam hal lainnya. Kita ketahui bersama bahwa tiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kita terkadang terlalu fokus dengan hal yang tidak tercapai, dan justru kita lupa mengapresiasi diri kita sendiri atas banyak hal pencapaian yang telah kita raih. Jadi mulai sekarang, ubah pola pikirnya, apresiasi dirimu, hargailah capainya tubuhmu, pikiranmu, hatimu ketika telah selesai mengerjakan sesuatu. Jika ada suatu hal yang tak dikehendaki, it’s ok itu bukan akhir dari segalanya, introspeksi mungkin ada hal yang menjadi penghambat dan pasti ada solusi serta hikmah dan kebaikan tersimpan di dalamnya. Bahkan Allah memberikan banyak kebahagiaan dibanding dengan kesedihan dalam hidup kita. Jangan sampai 1000 hal bahagia kalah hanya dengan 1 hal sedih yang bahkan kamu masih bisa memperbaikinya. Jadi, ingatlah, jangan terlalu berambisius untuk bisa lebih pintar dari orang lain, tapi senantiasa meng-upgrade diri agar lebih pintar dari kamu yang kemarin, tentu dalam hal positif.
4.      Aku belum bisa melakukan apa-apa. Orang lain yang seumuran denganku banyak yang sudah sukses atau setidaknya mendapatkan suatu pencapaian.
Jawab: Ini memang saling berkaitan. Sebenarnya apakah kamu benar-benar memahami perjuangan orang lain sehingga kamu dapat dengan mudah menyimpulkan sesuatu. We never know hal besar apa yang telah dia korbankan untuk mendapat sesuatu yang ia jalani saat ini. Kita tak pernah tahu. Jalan hidup tiap orang berbeda. Please, jangan ukur sepatumu dengan kaki orang lain, itu tidak akan matching. Allah memberikan sesuatu adalah sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Jadi, adanya kamu di posisi ini bukan tanpa alasan, ada begitu banyak hal yang melatarbelakanginya dan tidak akan cukup waktumu untuk menghitung segala nikmat-Nya. Jika kamu sudah ada di tahapan menyadari akan semua kenikmatan yang Allah berikan, jangankan untuk iri pada kehidupan orang lain, tuk menghitung nikmat-Nya saja yang kau dapatkan belum tentu dan tak akan pernah bisa kau hitung sepenuhnya. Mulailah, terima hidupmu, terima dirimu dengan Lillahita’Aala. Bersyukurlah. Di luar sana ada banyak orang yang menginginkan hidup di posisimu saat ini. Kau masih memiliki orangtua yang lengkap, sedang di luar sana ada banyak anak yang bahkan belum mengerti apapun tetapi telah Allah uji dengan kematian orangtuanya. Kau masih bisa makan makanan yang lezat dan apapun yang kau inginkan, sedang di luar sana ada banyak orang yang untuk makanpun mereka harus bekerja keras siang malam. Kamu masih bisa bersantai menikmati video-video YT di mana orang di luar sana banyak yang ingin merasakan waktu santainya namun terhalangi oleh sesuatu. Kamu masih bisa dengan bebas menikmati hidup tanpa rasa takut kehilangan harta, sedang di luar sana ada banyak orang kaya yang tak bisa hidup tenang karena memikirkan keselamatan hartanya. Dan  so many things else yang tak mungkin bisa kita tuliskan secara rinci selengkap-lengkapnya. Impossible. Jadi, mulai sekarang tuliskan rencana-rencanamu sebanyak-banyaknya, tapi jangan merasa gagal ketika ada rencana yang belum terlaksana, yakinlah dengan Allah, karena Allah telah mengatur segalanya, Allah lebih tahu yang terbaik untuk kita dibanding diri kita sendiri. yang paling penting adalah manfaatkan waktumu sebaik-baiknya, karena tiap orang diberikan waktu yang sama, 24 jam, tergantung pada apa yang dilakukannya terhadap 24 jam tersebut, ingat juga setiap hal yang kamu lakukan pasti ada impact-nya, baik atau buruk, pasti.
5.      Aku merasa tak ada laki-laki yang tertarik padaku?
Jawab: Ya, ini memang wajar, kita sudah menginjak usia 20 tahun, di mana ada banyak hal yang terjadi dalam rentang usia ini. Peralihan dari remaja ke dewasa, membuat kita harus bisa memikirkan segalanya dengan matang dan ajaibnya kita memiliki banyak tanggung jawab yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Salah satunya, pasangan. Jika sebelumnya kita bisa dengan mudah mendapatkan (katakanlah) pacar, tapi setelah duduk di bangku kuliah atau pekerjaan, mencari pasangan ada dua kemungkinan, menjadi tujuan utama atau menjadi tujuan ke sekian, tapi tak dapat dipungkiri bahwa kita ini membutuhkan partner hidup, teman berbagi semuanya, yang tanpa diminta pun ia memberikan perhatian dan waktunya bagi kita, ya pasangan, namun ajaibnya juga semakin dewasa semakin sulit menemukan sosok yang benar-benar diidamkan. Tentu jangan sampai tergoda dengan nafsu sesaat, hanya karena teman-temanmu sudah menikah, maka kamu secara asal memilih pasangan. Pasangan itu akan menemani seluruh waktu hidupmu, jadi jangan asal pilih, jangan asal ada, jangan asal menikah, dan asal lainnya. Karena sesuatu yang didasarkan pada ‘asal’ maka hasilnya pun akan ‘asal’. Nah, jika saat ini kamu merasa tak ada laki-laki yang menarik hatimu atau kamu merasa tak ada yang tertarik padamu, itu hanya rasa dan pikiranmu saja, itu belum tentu. Kita tak pernah tahu mungkin di luar sana ada orang yang sedang memperjuangkanmu tanpa sepengetahuanmu, jadi bukan tak ada yang tertarik padamu tapi yang jelas karena kamu tidak bisa mengetahuinya secara gamblang dengan mudah begitu saja karena itu menyangkut orang lain yang tentunya kamu tak punya kekuataan untuk mengetahui segala isi hati dan pikiran orang lain. daripada kamu pusing memikirkan siapa, lebih baik kamu persiapkan dirimu untuk menyambutnya pada waktunya nanti yang Allah tetapkan, ya benar kita tak tahu kapan saat tepatnya namun kita bisa terus menyibukkan diri untuk memperbaiki dan berusaha, nanti Allah yang atur segalanya. Jangan risau lagi seputar urusan percintaan dan jodoh, ya. Pikirkan masa depanmu dan keluargamu juga, itu penting.
6.      Banyak tugas. Pusing mengerjakan mana dulu.
Jawab: Itulah pentingnya menulis pengingat tentang tugas-tugas yang harus dikerjakan, agar kamu dapat mengaturnya sesuai prioritas dan dateline. Ayolah, tugas kuliah itu hal yang biasa, jadikan itu hal yang biasa, jangan membebanimu hingga membuatmu down, lelah, dan akhirnya mengeluh, dan fatalnya dengan mengeluh belum tentu dapat menyelesaikan tugas-tugasmu, akhirnya tugas-tugas itu semakin banyak dan menumpuk, duh jangan sampai hal semacam itu terulang lagi. Ingat, ya, Allah memberikan ujian pada hamba-Nya sesuai kemampuannya, jadi jika kamu merasa banyak tugas ya memang Allah mempercayaimu untuk dapat menyelesaikannya, dan itu sudah sesuai dengan kemampuanmu, keluarlah dari zona nyaman, katanya mau jadi kamu versi hebat, ya jalan yang ditempuh pun pastinya harus luar biasa hebat. Cara untuk menyelesaikan tugas adalah dengan menyelesaikannya, sesulit apapun, pasti ada jalan keluarnya.
7.      Aku merasa waktuku sedikit jadi kadang ada banyak rencana yang tidak tercapai dengan baik.
Jawab: sebelum kamu ‘menyalahkan’ waktu yang sedikit, coba tengok apa saja kegiatan yang kamu lakukan mulai dari kamu bangun tidur sampai tidur lagi. Aku mendapati bahwa kegiatanmu tak begitu padat, tapi kamu terlampau bersantai dan melakukan hal-hal kurang bermanfaat, seperti menonton video-video YT dan membuka terlalu lama, sosial media. Bukan tidak boleh, tapi kamu harusnya paham dengan prioritasmu. Menonton dan membuka sosial media, kadang tidak selalu membawa dampak baik, malah kebanyakan memberimu perasaan-perasaan negatif yang salah satunya adalah melihat kehidupan orang lain di media sosial yang kelihatan lebih bahagia dan menyenangkan dari hidupmu. Padahal kan, ya siapa tahu sih itu adalah tampilan yang sebenarnya. Skip. Intinya, bukan kamu yang tak punya banyak waktu, tapi kamu masih kebingungan mengatur waktumu, mulai dari sekarang tuliskan hal yang harus kamu lakukan, agar kamu tidak terlampau lepas kontrol. Tentu kamu boleh mendapatkan hiburan, tapi secukupnya saja, jangan berlebihan.
8.      Aku merasa hidupku gini-gini aja.
Jawab: Hal ini ada kaitannya dengan tujuan hidup. Tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu sudah memiliki tujuan hidup? Kalau sudah, berarti ada sesuatu yang kurang dalam motivasimu tuk menjalaninya, kalau belum, ayo sekarang kamu harus menentukan tujuan hidupmu, untuk hari esok, seminggu yang akan datang, sebulan yang akan datang, setahun, dua tahun, bahkan 10 sampai 20 tahunmu yang akan datang. Tujuan hidup itu penting, biar hidupmu lebih menantang dan bermakna. Jadi, perasaan merasa gini-gini aja akan berkurang karena kamu memiliki tujuan yang baik tercapai atau tidak akan memacu hidupmu untuk lebih berkembang. Hal lainnya adalah, cobalah melakukan sesuatu yang benar-benar belum kamu coba sebelumnya. Lakukan sesuatu yang kamu suka dan tingkatkan untuk lebih baik lagi. Mempelajari hal baru akan membuatmu semakin memiliki jam terbang yang banyak, dan dampak positif lainnya yang penting lakukan semuanya dengan adil dan seimbang.
9.      Aku punya banyak mimpi, tapi merasa kurang berjuang.
Jawab: lagi-lagi, ini berkaitan dengan rasa, kalau kamu memang merasa kurang berjuang, ya bagus lah kamu sadar, tapi kalau setelah rasa itu datang dan kamu malah mengeluh tak melakukan perubahan itulah letak kesalahannya. Kalau kamu memang merasakannya, ya lakukan perubahan, lakukan hal-hal yang mendukung tercapainya mimpi-mimpimu. Jangan pikirkan masalah berhasil atau tidak, itu bonus, yang terpenting kamu ada keinginan dan perjuangan. Proses mencapainya. Semangat, ya…


Aku paham ada banyak hal lain yang ingin kuungkapkan tapi sayangnya tak semuanya bisa dengan mudah terungkapkan. Aku hanya ingin berpesan pada diriku sendiri, bahwa hidup ini adalah tentang perjuangan. Sejak kita masih belum lahir pun kita sudah berjuang, apalagi sekarang ketika Allah mengamanahkan hidup dan segala hal yang kita miliki untuk kita jaga dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Jangan terpana dengan gemerlapnya kesenangan dunia, karena itu sesaat, kejarlah akhirat, gapailah cinta-Nya, maka dengan sendirinya urusan dunia akan Allah mudahkan. In syaa Allah… Aamiin…

Komentar

Postingan Populer