SNMPTN? Alhamdulillah... Saya Tidak Lolos, karena Allah Maha Mengetahui Segalanya | #NGOPI1
Bismillah... Assalamualaikum waarahmatullahi wabarakaatuh.
Alhamdulillah, hari ini kita masih diizinkan oleh Allah untuk menikmati hidup ini, yang tak lain adalah untuk selalu beribadah kepada-Nya.
Alhamdulillah, hari ini kita masih diizinkan oleh Allah untuk menikmati hidup ini, yang tak lain adalah untuk selalu beribadah kepada-Nya.
Baik, Sahabat semuanya, apa kabar? In syaa Allah selalu sehat wal afiyat, ya. Aamiin...
Hmm... Posting kali ini tentang Ngopi (Ngobrol Perkara Inisiatif) ya saya cuma ingin sekedar mengobrol saja, yaa setidaknya mengobrol untuk refleksi setelah kemarin tepatnya hari Selasa tanggal 17 April 2018 pukul 17.00 WIB diumumkannya hasil dari SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri).
Menyinggung tentang SNMPTN, satu tahun lalu (SNMPTN 2017) saya pun pernah mengikutinya, dan atas izin Allah saya tidak lolos, yang kemudian saya pun daftar SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), kemudian tidak lolos lagi, dan akhirnya mengikuti UM (Ujian Mandiri) dan yaa di sini lah rejeki saya untuk masuk perguruan tinggi. Hm, memang waktu lulus SMA dulu perjuangan untuk masuk PTN saya begitu menggebu-gebu bisa dikatakan terlalu bersamangat, hingga ketika menerima kenyataan bahwa saya tidak lolos, perasaan down yang amat sangat saya rasakan. di situlah saya ingat, mengenai perkataan dari salah satu kakak kelas saya, bahwa antara semangat dengan sombong itu beda tipis.
Saat itu, saya sangat bercita-cita untuk menjadi seorang Psikolog, sehingga ketika daftar PT (Perguruan Tinggi) jurusan yang saya pilih adalah jurusan Psikologi, bahkan sampai UM pun saya tetap memilih Psikologi, namun kesemuanya itu tak ada satupun yang lolos, akhirnya saya bingung harus kemana lagi, sedangkan kalau misalnya saya berhenti dulu untuk SBMPTN tahun selanjutnya atau bahkan bekerja dulu, saya merasa bingung harus bekerja apa, saya adalah lulusan SMA jurusan IPA. Dan saya berpikir tidak mau menunda waktu saya kalau masih bisa saya lakukan saat ini,
Kemudian, dengan bercampur putus asa dan tetap berharap saya mengikuti UM lagi dan memilih Universitas Siliwangi (Tasikmalaya) dengan jurusan yang saya pilih adalah Pendidikan Sejarah dan Manajemen.
Tibalah pengumuman UM, ketika saya buka di situsnya, ternyata saya lolos di Pendidikan Sejarah, saya bingung antara bahagia atau biasa saja, kenapa? Karena saya tak pernah terpikirkan untuk menjadi seorang guru. Tetapi, saya bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk dapat berkuliah tahun ini.
Saya mengikuti berbagai prosedur seperti daftar ulang, OMBUS (Orientasi Mahasiswa Baru Univ. Siliwangi), dan lain sebagainya.
Lambat laun saya jalani dengan lapang dada, bahwa saya harus bersyukur dan bersunggu-sungguh untuk mengenyam ilmu di sini, meskipun di jurusan yang belum terpikirkan sebelumnya.
Ternyata, Sahabat, setelah berjalan sekitar dua bulan, saya begitu mencintai dan enjoying berada di jurusan ini, saya menjadi senang membeli dan membaca berbagai buku yang berhubungan dengan sejarah maupun lainnya. Saya senang berdiskusi mengenai berbagai hal, sejarah, politik, sosial, budaya, agama, dsb. Dan di sini lah saya temukan nuansa baru, saya mengikuti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) KAN (Kader Anti Narkotika), HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Pendidikan Sejarah, dan mendirikan sebuah Komunitas Literasi Progresif bersama keenam teman saya. Alhamdulillah inilah hikmah dibalik tidak lolosnya saya di berbagai jalan menuju PTN dan begitu banyak nikmat Allah yang tak dapat terhitung. Allahuakbar.
Itu kisah saya, ada pula kisah dari kakak kelas saya waktu di SMA dan sekarang beliau kuliah di salah satu PT terkenal di Yogyakarta, beliau pun mengalami pengalaman yang sama dengan saya, gagal di SN/SBMPTN, lolos lewat jalur UM, namun setelah berkuliah di sana, beliau sering mendapatkan prestasi dan kehormatan untuk menjadi delegasi pertukaran pelajar ke luar negeri, lebih dari lima negara pernah beliau singgahi, inilah hikmah dan rahasia begitu indahnya rencana Allah, kita hanya perlu bersabar, tetap berdoa dan berusaha, selebihnya bertawakkal.
Jadi, bagi Sahabat semuanya yang tidak lolos di SNMPTN 2018 ini, masih terbuka jalan lain untuk Sahabat menggapai dan mewujudkan mimpi-mimpi Sahabat, SNMPTN hanya salah satu jalan bukan satu-satunya, manfaatkan kesempatan yang ada, jangan berlarut-larut dalam kesedihan, teruslah bangkit, buktikan pada dirimu sendiri bahwa Allah Maha Menggerakkan Segalanya, Maha Besar, Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya.
Kemudian bagi Sahabat yang lolos di SNMPTN 2018, bersyukur dan jalankan amanah ini sebaik-baiknya, karena Sahabat diizinkan oleh Allah untuk lolos di jalan ini.
Intinya, kita harus senantiasa bersyukur dengan apa yang Allah berikan, namun jangan lupa berdoa dan berusaha serta bertawakkal karena Allah memberikan berbagai nikmat dan cobaan bagi kita untuk kita mengambil pelajaran. Tak peduli PTN/PTS tempat kita belajar, yang terpenting kesungguhan kita mencari ilmu, ridho orangtua, dan tentunya Ridho Allah swt. yang harus senantiasa kita capai untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena sejatinya tujuan utama kita adalah kebahagiaan akhirat atas Ridho Allah swt. In syaa Allah... Aamiin....
Mungkin sekian yang dapat saya share mengenai pengalaman saya tentang SNMPTN dan sebagainya, semoga Sahabat dan khususnya saya dapat bijak untuk mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang Allah gariskan.
Mungkin satu hal lagi, saya ucapkan kepada 110.946 siswa di seluruh Indonesia yang lolos di jalur SNMPTN 2018 (sumber: https://newsonline.co.id/hade-ratusan-siswa-garut-lulus-snmptn-2018/), khususnya sebanyak 302 siswa dari Garut, dan terkhususnya lagi sebanyak 11 siswa dari sekolahku (SMAN 8 Garut). Itu amanah untuk kalian pertanggungjawabkan, Sahabat. :)
Mungkin satu hal lagi, saya ucapkan kepada 110.946 siswa di seluruh Indonesia yang lolos di jalur SNMPTN 2018 (sumber: https://newsonline.co.id/hade-ratusan-siswa-garut-lulus-snmptn-2018/), khususnya sebanyak 302 siswa dari Garut, dan terkhususnya lagi sebanyak 11 siswa dari sekolahku (SMAN 8 Garut). Itu amanah untuk kalian pertanggungjawabkan, Sahabat. :)
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Tetap semangat! Have Courage and Be Kind! Honest and Brave!
Ilmu itu dapat dicari di mana pun, kapan pun, dan dari siapa pun.
#BeAWisePeople #KeepHamasah


Komentar
Posting Komentar
Be Nice Be Respectful